Badan Restorasi Gambut (BRG) menggandeng 11
universitas yang ada di Indonesia untuk meningkatkan upaya restorasi dan
pencegahan kebakaran lahan gambut.
Para pakar restorasi di universitas nantinya dapat
berbagi pembelajaran, informasi, dan kajian ilmiah terkait riset dan kegiatan
seputar peningkatan tata kelola lahan gambut di Indonesia.
"Upaya restorasi gambut melalui perbaikan tata
kelola meliputi perbaikan ekologi, ekonomi, dan juga sosial itu memerlukan
dukungan riset sebagai bentuk aksi bersama restorasi dengan civitas akademika..
Sebelas
universitas tersebut antara lain UNIVERSITAS JAMBI, UNIVERSITAS RIAU,
UNIVERSITAS TANJUNGPURA, UNIVERSITAS LAMBUNG MENGKURAT, UNIVERSITAS
PALANGKARAYA, UNIVERSITAS CENDRAWASIH, UNIVERSITAS MULAWARWAN, UNIVERSITAS
GAJAH MADA, INSTITUT PERTANIAN BOGOR, DAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET.
11 universitas yang digandeng merupakan perguruan
tinggi yang terletak di wilayah dengan lahan gambut terbesar dan masuk ke dalam
perhatian utama BRG terkait penanganan lahan gambutnya.
Perguruan tinggi merupakan entitas tersendiri yang
dapat mendorong perubahan sosial. Dengan adanya peningkatan peran universitas
lokal, restorasi dan pencegahan kebakaran lahan gambut dapat semakin mudah
ditanggulangi.
Universitas lokal ini mereka yang lebih paham kondisi
real lahan gambut mereka. Ini dapat menjadi titik berangkat membangun
gerakan sosial restorasi gambut di daerah,
Selain 11 universitas di Indonesia, BRG turut
menggandeng dua universitas Jepang yakni Universitas Kyoto dan Universitas
Hokaido guna mengoptimalkan riset inovasi restorasi dan pencegahan kebakaran
lahan gambut.
Kedua universitas tersebut, akan membantu
mengembangkan penelitian langsung di lapangan terkait teknik hidrologi lahan
gambut sebagai upaya pencegahan kebakaran lahan jika gambut kekeringan.
Hasil riset dan kolaborasi antara BRG dan civitas
akademika akan menjadi bahan acuan kebijakan restorasi dan pencegahan lahan
gambut.
Restorasi gambut bukan semata persoalan mencegah
kebakaran lahan. Tapi restorasi lahan gambut juga harus bisa mencakup upaya
pemulihan lahan yang telah rusak agar mampu mendorong peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Penelitian harus punya jawaban konkret, ingin
mendengar dari para peneliti bahwa upaya restorasi selain melestarikan gambut
tapi juga ada nilai ekonomi yang baik bagi masyarakat
Pemerintahan Jokowi melalui Nawacitanya telah
menunjukan perhatian besar dalam melihat permasalahan kebakaran hutan.
Persoalan lahan gambut dalam hal ini menjadi sebuah masalah utama nasional yang
patut selesaikan.
Upaya dan dasar hukum pemerintah dalam melakukan
restorasi dan pencegahan kebakaran lahan gambut telah jauh meningkat
dibandingkan pada masa pemerintahan sebelumnya.
Upaya pemerintah selama ini belum begitu optimal
lantaran masih kurangnya disiplin serta sinergitas dan koordinasi pemerintah
secara bersama-sama menanggulangi dan mencegah kebakaran lahan gambut.
Kekurangan yang utama terletak dalam kurangnya
keterpaduan tim dalam implementasinya di lapangan. Dalam konteks negara, team
work antar pemerintah pusat dan daerah itu penting.

